Jumat, 04 Desember 2009

Indonesia


Saya merinding mendengar lagu Indonesia pusaka ketika lagu itu didengarkan dan dijadikan lagu penutup untuk sebuah program talk show sebuah station tv swasta. Dalam acara talk show politik tersebut membicarakan tentang para wakil rakyat yang sedang memperdebatkan pemilihan ketua panitia khusus tentang hak angket atas kisruhnya kasus bank Century.

Saya berpikir bagaimana jika para wakil rakyat tersebut ikut mendengarkan lagu tersebut, pastilah mereka akan berpikir ulang dan merenungkan kembali ulah mereka yang lebih sering diselipi triks dan intriks demi mengelabui publik Indonesia.

Selama ini ulah mereka lebih pantas kita sebut banyolan, mereka lebih sering memperkaya diri sendiri dari pada memperkaya rakyat. Padahal sebelum berangkat ke senayan mereka lebih sering bertopeng bak malaikat bagi kaum papa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar